Kekurangan gizi yang terjadi pada masa kanak-kanak, selain
akan menyebabkan gangguan pada pertumbuhan jasmani, juga akan menyebabkan
gangguan perkembangan mental. Seseorang yang menderita kekurangan gizi pada
masa kanak-kanak, setelah mencapai dewasa tumbuhnya tidak akan mencapai tinggi
yang seharusnya di capai. Selain itu jaringan-jaringan ototnya kurang
berkembang. Disamping menyangkut pertumbuhan fisik, tingkat kecerdasan anak
juga akan terpengaruh.
Pengaruh Gizi Terhadap Daya Kerja Tubuh
Orang yang sehat memiliki tubuh yang dapat berfungsi dengan
baik dan dalam jaringan tubuhnya terdapat cadangan zat-zat gizi yang cukup
untuk mempertahankan kesehatannya. Cadangan zat-zat gizi akan dipergunakan
apabila kebutuhan zat-zat gizi berlebihan. Maka kelebihan tersebut akan
ditimbun dalam jaringan-jaringan tubuh dalam batas tertentu. Apabila jaringan-jaringan tubuh telah jenuh,
zat-zat gizi tersebut tidak dapat ditampung dan akan mengganggu proses kerja
system tubuh.
Dengan demikian kekurangan dan kelebihan zat gizi akan dapat
menyebabkan kelainan. Keadaan semacam ini disebut kelainan gizi, baik berupa
kekurangan gizi maupun kelebihannya. Keseimbangan gizi terletak diantara
keduanya.
Meskipun pada tahap ini orang tidak merasa bahwa dirinya
sakit, akan tetapi hal itu berpengaruh terhadap kemampuan atau daya kerja
seseorang, antara lain orang menjadi kurang bergairah, cepat lelah, mengantuk,
dan sering sakit.
Pengaruh Gizi Terhadap Daya Tahan Tubuh
Kelainan gizi yang berat sering berakibat timbulnya penyakit
infeksi, penyakit infeksi akan mudah menyerang apabila dalam keadaan kekurangan
gizi. Keadaan itu dapat dijelaskan sebagaiberikut:
1.
Pada waktu sakit tubuh memerlukan zat gizi dalam
jumlah yang lebih banyak daripada biasanya.
2.
Sedangkan pada waktu sakit anak kurang nafsu
makannya
Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang meningkat ini makan
cadangan yang ada dalam tubuh akan di pakai.
Apabila keadaan ini berlangsung terus-menerus, cadangan zat
gizi dalam jaringan akan habis dipakai, terlebih kalau timbunan cadangan itu
hanya sedikit. Keadaan yang demikian dapat mengurangi pembentukan antibody atau
system kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga dapat menyebabkan seseorang
tubunya menjadi lemah dan mudah sakit.